Search This Blog

Sunday, May 2, 2010

Politikus!

generasi muda yang tak mahu tahu sejarah
seperti apa rupanya masa berdarah?
mungkin sebaris syair mimpi ngeri

atau balada sedih sepiring nasi campur
getar gema kutukan korban politik lumpur
ke langit ke tujuh mencari erti kata jujur

pura-pura tak tahu itu sadis yang oportunis
idea komplotan demi korupsi kekuasaan
segala macam cara dijadikan alasan
machiavelli asli punya ilmu turunan

setan pun bisa jadi orang suci
dan kau tertipu lagi, tertipu lagi
atas janji palsu yang tak ditepati

tikus berdasi curi nasi dari perut si anak miskin
politikus busuk berkhutbah soal manipulasi
pahlawan bergelar penjahat kemanusiaan?
awas sihirnya propaganda jalan sesat
jangan sampai terjebak rayuan jahat

Saturday, May 1, 2010

Hidup Untuk Berjuang,Berjuang Untuk Hidup

sesaat tercekat batinku
bundarkan seluruh lamun perjalananku
perhatikan selarik jalan sempit
seorang renta cuba lanjutkan hidup
melangkah
terhincut
sedikit terhantuk, terbatuk sesaat lalu
lelah
letih menatap hari tak pasti
sayu dongakkan wajah kuyu
sesungguhnya apa yang kau tatap?
tak ada yang indah hari ini
hanya sedikit air dan setangkup bekal hari ini
butiran keping dari dermawan masih digenggamnya
buliran peluh penuhi tubuhnya
tak tahu apa kembali berharap dan meminta
akhirnya bersandar tubuh dalam redupnya bayang hidup
berulir sedikit air mata saat menunduk dan meminta
bukan itu yang diharap dahulu
namun hanya ini yang dapat pertahankan hidup sesaat
lepaskan segala resah
berkaca suram tatapan matanya
selalu sendiri sepertinya
selalu tak diperdulikan sepertinya
kakek renta makin merunduk
terbaring
terbalut sedikit tubuh dalam lusuh pakaian
bukan nista
bukan hina
hanya nestapa
ingatkah, bila seorang yang kita cinta sepertinya?
renta tanpa saudara diantaranya
sendiri tanpa bahagia diharinya
hanya segala disekitarnya kini herdik dirinya kerana tak berdaya
mungkin dahulu dialah pejuang
pejuang negeri, pejuang keluarga
pejuang yang terbuang
hampir seluruh yang berjalan diantaranya sombongkan segala keangkuhan seraya mencebik dan berlalu
lelah bungkam dirinya
makin merunduk dan terbaring
kini lelap dia dalam mimpinya
mimpinya yang dulu hilang
cukup lama dirinya terbenam dalam mimpi
sampai akhirnya semua yang disekitarnya ramai hampirinya
bukan main, tiba-tiba semua sangat peduli
sangat memahami deritanya
tapi
mengapa semua tertunduk?
mengapa semua menggeleng?
akhirnya terdengar kini, dia telah pergi
pergi menyusul semua yang dicintainya dahulu
segala yang menunduk hanya hiba
segala yang menggeleng hanya tak mengerti harus sikapkan hatinya
seorang renta yang sendiri
diakhir usianya akhirnya dapat menitiskan air mata yang selalu ditahannya
yang selalu kuatkan hatinya merayapi hari-harinya
namun...semua yang hampirinya tadi telah kembali dalam jejaknya sendiri-sendiri lagi
terbayang dalam pusaranya tetap sepi sendiri tanpa namanya
terbelenggu hingga akhir masanya
akankah diakhir masa kita akan titiskan air mata pula?
mungkin berbeda rasa tapi tetap tak berdaya
hingga akhirnya tiba
Filecrop.com - search and download Megaupload, Hotfile and Rapidshare