Search This Blog

Showing posts with label Luahan. Show all posts
Showing posts with label Luahan. Show all posts

Saturday, May 8, 2010

Malaikat Syurgaku..Ibu



Dia yang dulu berbagi nafas denganku..
sampai sekarang tetap begitu..
Dia yang dulu berbagi raga denganku..
sampai sekarang kita menyatu..
Dia yang dulu berbagi lelah denganku..
ketika ini dia tak mahu..
Dia yang dulu berbagi nyawa denganku..
ketika ini dia tak ragu..

Tiada yang seteduh laku pandangmu..
membuatku tahu ada yang mereka sebut nirwana..
hingga aku tak takut melangkah di dunia..

Ku dengar saatku tertidur..
namaku kau sebut berulang kali hingga jatuh air matamu..
ku yakin kau berbincang dengan penciptamu..
sekali lagi ku yakin itu doa..
doa tulusmu padaku..

Maaf aku hanya diam membatu..
tak banyak membantu dalam hidupmu..
malah nyenyak menyandarkan bahu..
tanpa tahu bagaimana kau selalu bersenandung lagu tidur untukku..
kerana ku terlelap terlalu cepat..
hingga tersenyum pun tak sempat..

Kini..
aku bukan seseorang yang pantas merengek lagi..
tidak seperti dulu aku yang tak mahu tahu..
dirimu..
dirimu menangis saat rengekan pertamaku di dunia kau dengar..
tangis bahagia..
entah rengekan ku beberapa hari lalu..
tak sampai hati jika kau kini sendu..

Sedang aku hanya orang tak tahu malu..
malu akan sesuatu yang tulus..
mungkin selama ini..
aku diam..
kerana memang tak ada kata yang sepadan untuk mu..
dirimu..
dirimu..
adalah superior!!!
kerana perasaanmu seindah bahasa..
tak kenal usia..

di atas semuanya..
aku hanya ingin berucap..

“terima kasih”

untuk ibuku..
malaikat yang nyata bagiku.

Ku tulis puisi ini khas buat ibuku, Zailina binti Sapian dan buat ibu-ibu didunia ini. Selamat Hari Ibu!!
Aku sayang mama!!

Sunday, May 2, 2010

Politikus!

generasi muda yang tak mahu tahu sejarah
seperti apa rupanya masa berdarah?
mungkin sebaris syair mimpi ngeri

atau balada sedih sepiring nasi campur
getar gema kutukan korban politik lumpur
ke langit ke tujuh mencari erti kata jujur

pura-pura tak tahu itu sadis yang oportunis
idea komplotan demi korupsi kekuasaan
segala macam cara dijadikan alasan
machiavelli asli punya ilmu turunan

setan pun bisa jadi orang suci
dan kau tertipu lagi, tertipu lagi
atas janji palsu yang tak ditepati

tikus berdasi curi nasi dari perut si anak miskin
politikus busuk berkhutbah soal manipulasi
pahlawan bergelar penjahat kemanusiaan?
awas sihirnya propaganda jalan sesat
jangan sampai terjebak rayuan jahat

Friday, April 23, 2010

Demi Sesuap Nasi

terbaca dari matanya
luka sejarahmu pedih
muram langit bulan kini
desah angin punya cerita
tadi pagi korang bilang apa?

demi angka statistiknya politik
kemiskinan itu dijaga bunga hutang
tanggungjawab pemerintah diletak dimana?
jika di negerimu korupsi itu raja 'diraja'

maka berdoalah
semoga tak terjadi revolusi
banjir darah jangan terulang lagi

persatuan dikuatkan
belajar dari kesalahan
dan mahu berkorban
demi perubahan
dan keadilan
buat semuanya

kerana ini persoalan kita kita
menjaga persatuan bangsa

kerana musuh selalu rusuh
cemburu lagu padamu negeri
ribut diatur oleh pasar modal?

rindulah pada yang Satu!
tunjukkan keberanian
semangat kemerdekaan

merdeka atau mati
bukan hanya sekadar semboyan

realiti sekarang jurang kemiskinan
di atas tumpukan emas dan berlian
jutaan mulut menganga lapar, ngeces
liurnya adalah air suci pengorbanan
dipersembahkan buat tuan dan nyonya
sang pemodal bisnes kelas penindas!

Wednesday, April 14, 2010

Diskriminasi!

puisi dibakar dendam sejarah
kontradiksi pun makin parah
sebaris sajak yang berlawanan
menerbit semua keraguan

puisi lahir akibat diskriminasi
simpan segala busuk teori
ribut itu adalah tandanya
manipulasi dosa disengaja

puisi menggugat memorimu
muram langit otak kelabu
buasnya senyum intrik politik
seperti terangnya sebuah konflik

puisi ditulis buat siapa?
jika badai itu menggila
lalu kita mahu apa?
pasrah dan berdoa?

puisi resah tak bisa diam
berbisik di tengah malam
tembus ruang waktu
menjelma jadi batu!

Monday, April 5, 2010

Trauma Politik!

warisan kekuasaan lama
 
terbagi dua dalam satu wajah
 
posisi jadi alat kosmetik
 
demokrasi diatur dari atas

di bawah keresahan merata
 
tanda langit siapa subversi?
 
tiada lagi dongeng reformasi
 
semua kembali ke masa lalu

 
lupa sejarah masih bernanah
 
berdandan maling berdasi
 
sihirnya wang jadi biang
 
persoalan trauma bangsa pelupa

Sunday, April 4, 2010

Hancur dan hancur

Presiden enggan menyapa rakyat miskin
Komunikasi hancur
Ada pegawai menerima suap
Keadilan hancur
Para pemimpin parti omong kosong
Kebenaran hancur
Perempuan pekerja kilang pulang malam demi hidup
Malah ditangkap dianggap pelacur
Martabat hancur
Gedung-gedung dibakar-bakar
Kedamaian hancur
Saling mencaci-maki dan teriak-teriak ngamuk
Kehidupan sosial hancur
Seorang Ibu dan bayinya mati kelaparan
Ekonomi hancur
Biaya sekolah sampai Universiti mahal
Kecerdasan hancur
Saatnya mulai
Kritik!
Bangkit!

Friday, April 2, 2010

Komunikasi Hancur!

Salam,adakah seseorang didalam istana presiden?
Kalau saja dapat mendengar dan melihat
Aku datang untuk melihat kekayaanmu
Bersama perasaan hatiku yang perih
Aku lapar! Aku miskin!dan tak ada yang peduli
Komunikasi hancur!

Salam,adakah seseorang digedung wakil rakyat?
Jangan hanya banyak bicara tanpa aksi yang nyata
Lihat adik kecilku kelaparan, perut kembung
Tulang terbungkus kulit kering,tak mampu beli susu
Tak ada wang untuk beli ubat,dan tak ada yang peduli
Komunikasi hancur!

Bonda,ayuh kita pulang saja!
Sebelum penjaga berseragam itu, menendang kita
Lelah kaki kurusku berdiri seharian didepan gedung megah ini
Percuma saja kita berteriak dan memohon-mohon
Mereka hanya mendengarkan bintang gemerlap dilangit
Kita hanya limbah-limbah yang meratap

Aku sudah tak kuat lagi kehausan dan sakit perutku
Mari aku gendong adik tercintaku!
Kita duduk dibawah pohon besar itu, aku sudah merasa lemah
Bonda,belailah kepalaku dengan cintamu dalam pangkuanmu
Kini aku damai menutup mata dalam kasihmu dan lindunganmu
Kata terakhirku “Komunikasi hancur bagi kita yang miskin”

Sunday, March 28, 2010

WIRA DUNIA??


Buku hasil tulisan Presiden Amerika Syarikat ke -44, Barack Obama atau lebih 'glamour' dengan nama Barack Hussein Obama di kalangan umat Islam kini telah berjaya diterjemahkan dan dilancarkan pada tahun lepas. Buku terjemahan daripada 'The Audacity of Hope' menjadi kebanggaan rakyat. 
 
Buku tersebut menceritakan tentang daya serta jalan pemikiran seorang insan bernama Barack Obama.Keberanian Menggapai Harapan ("The Audacity of Hope") memberi peluang para pembaca mengenali dengan lebih dekat latar, sejarah, pemikiran, emosi, pandangan dan wawasan Barack Hussein Obama.Dikatakan Barack Hussein Obama memilih agama Kristian untuk dianutinya kerana majoriti rakyat di Amerika syarikat menganut agama Kristian.Wajarkah begitu??

Mengapa kita hendak meng'Agung'kan manusia sedemikian..saya teringat sebuah ayat yang dipetik daripada sebuah buku..'Barack Hussein Obama telah berjaya membina persepsi yang mencerminkan beliau merupakan pemimpin yang dapat menyelesaikan masalah dan membawa kemajuan hebat kepada Amerika Syarikat dan dilihat sebagai "Wira Dunia".

Layakkah ia???
Siapa yang lebih layak digelar 'Wira Dunia' masa kini??

Bagi agamanya dia mungkin layak digelar 'Wira Dunia'..tapi bagi kita umat Islam..sememangnya beliau tidak layak..

Banyak karya-karya agung sasterawan Islam kita yang belum diterjemahkan tapi mengapa tidak ada usaha ke arah itu..mungkin kita telah dikaburi oleh agenda lain..

Jadi sampai bila pemikiran kita nak djajah..??
 

Saturday, March 20, 2010

Life is Wheel


Sometimes,
We will feel helpless,
We will feel lost,
We will feel down,
But,
There is always someone watching over us.

Sometimes,
We will feel hopeless,
We will feel unfair,
We will feel sad,
Life is nothing,
Life is difficult,
Life is a struggle.

Sometimes,
We do not know where to go,
We do not know where to hide,
We do not know who our friends are,
Even do not know who our enemies are.

Sometimes,
They keep pulling us down,
They keep making us sad,
They keep smiling badly at us,
They keep blaming us,
We are nothing for them.

Sometimes,
We have to sacrifice,
We have to change,
We have to pretend,
We have to be strong,
We have to be stubborn,
Never shows our tears.

However,
Sometimes,
We have to reflect on ourselves,
We are imperfect human being,
We have done many mistakes,
We have done many stupid mistakes.
And,
Sometimes,
Luck is not in our side,
We have struggle a lot,
But,
We cannot change the destiny,
We will return to our
Creator afterwards.

However,
Sometimes,
We have to understand others,
Then,
They will understand us afterwards,
We have to befriend with others,
Then,
They will befriend with us,
We have to love others,
Then,
They will love us too,
We have to accept others,
Then,
They will accept us who we are.

However,
Sometimes,
We have to be on our own,
We have to believe in ourselves,
We have to be who we are,
We have to believe in our conscience.
We have to believe in others,
Among all,
We have to believe in God,
May Allah bless us.

Wednesday, March 17, 2010

Anak Merdeka!









Bising desing peluru tidak mematahkan semangat pahlawan-pahlawan muda itu. Tangan mereka kumal menggenggam batu-batuan yang dikutip dari pecahan rumah dan bangunan di sekeliling. Laungan sokongan daripada ibu menyebabkan dada mereka, berkobar-kobar dengan semangat juang yang kental yakni, untuk memusnahkan Israel yang direjam bagi memperolehi semula Al-Aqsa dan bumi suci Palestin.

”Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar,” kalimah Allah Maha Besar meniti di bibir mungil yang pecah merekah itu. Sungguhpun suhu kini menjangkau 39 darjah selsius, kepanasan itu tidak menjadi penghalang untuk remaja-remaja palestin ini terus menerjah tentera-tentera berbaju hijau yang lengkap bersenapang hatta mereka hanya bersenjatakan seketul batu. Di belakang segerombolan askar tersebut mengekori megah kereta kebal laknatullah, sedia memuntahkan peluru yang mampu sahaja memamah tubuh nanar si anak kerdil.

Tiba-tiba, satu dentuman kuat kedengaran. ”Argh!!!”, terdengar suara Shafie mengerang kesakitan disusuli dengan lafaz Lailahaillah. Hamzah, Khalid, Uthman dan Mussab mengelilingi tubuh Shafie yang kini terketar-ketar menahan kesakitan yang maha pedih. Namun, tidak tertitis satu embun air mata tanda kesakitan yang teramat. Lidahnya setia melafaz kalimah tiada tuhan selain Allah. Aku kagum.

Mussab yang lebih besar daripada mereka memapah Shafie ke kenderaan ambulans yang sedia menunggu pejuang-pejuang Pasletin ini, tidak mengira umur mahupun jantina. Mana yang cedera segera dibawa ke hospital berdekatan. Shafie dimasukkan ke dalam kenderaan bewarna putih itu dan berlalu pergi. Manakala rakan-rakannya yang lain berkumpul, merangka strategi dan saling nasihat-menasihati agar lebih berhati-hati dengan peluru tentera Israel yang tidak bermata. Hamzah mengintai-intai dari tempat persembunyian, ternyata terkesan dengan tragedi yang menimpa sahabatnya sebentar tadi.
Namun dari air mukanya, tidak terpancar resah gelisah bahkan seakan-akan lebih bersemangat dengan tangannya menggenggam erat seketul batu . Perjuangan mesti diteruskan!

Aku menyeka keringat di bawah jumud mentari yang leleh. Kanak-kanak ini sememangnya mengagumkan aku. Tangan ku seakan-akan terkaku untuk terus memetik kameraku apabila melihatkan semangat anak-anak ini. Hatiku berdetik, ”mampukah anak-anak merdeka di Malaysia bertahan dengan keadaan sebegini kiranya Malaysia diancam penjajah seperti dahulu?”. Geleng kepala, tidak sanggup aku fikirkan bagaimana. Aku terus memerhatikan tingkah berani mujahid-mujahid muda ini. Pengalamanku selama 5 tahun menetap di Bumi Anbiya ini membolehkan aku memahami bahasa mereka. Mata ku ligat memerhati manakala jariku sedia beraksi.

......................................................................................





Kelam malam pekat diiringi bayu yang berbaur hanyir dengan darah para pejuang Palestin. Mata terasa benar mahu lelap namun minda dan mata ku masih tertancap pada komputer ribaku. Gambar-gambar yang telah aku tangkap siang tadi benar-benar memberi kesan yang amat mendalam ke dalam sanubariku. Dalam diam, dadaku berombak kencang apabila aku sempat merakamkan peristiwa di mana sekumpulan remaja palestin tadi menyerang segerombolan tentera israel yang durjana itu. Sampai satu ketika, mereka sudah sangat hampir dengan kumpulan tentera ini. Hamzah seakan-akan singa yang menggila. Dengan penuh kekuatan, dia telah menyerang seorang tentera yang kian menghampiri tempat persembunyiannya. Dengan nama Allah yang jelas kedengaran, dijatuhkan tentera itu yang tampak jelas terkejut. Di pukul kepada tentera itu dengan seketul batu besar maka, pengsanlah tentera tersebut. Melihat keadaan tentera itu, Hamzah terus merampas senapangnya lalu dibedil ke arah tentera lain yang semakin dekat. Tidak ku sangka remaja ini sangat berani sedangkan aku ....

Hasil daripada keberaniannya itu, dia telah membunuh 2 orang tentera Israel. Jelas kepuasan bertandang dalam dirinya. Tiba-tiba, dari arah atas sebelah Barat Daya, terdengar satu dentuman kuat tepat ke arah Hamzah disusuli dengan tembakan dari tentera Israel yang lain. Rakan-rakannya sempat menyembunyikan diri. Suasana senyap ketika.

Dari tempat persembunyianku, kelihatan sekujur tubuh yang kaku tidak bernafas. Ya, tentera Israel yang menyerang dari bahagian atas bangunan telah berjaya mengebom Hamzah. Tubuhnya berkecai dengan kepalanya pecah. Aku terbungkam, namun tugas harus diteruskan. Jariku pantas memetik punat kamera ku walaupun rasa loya kian terasa. Dari arah hadapan, datang beberapa tentera Israel dengan lagak sombong dan puas lalu memeriksa keadaan mayat Hamzah. Sememangnya aku tidak dapat menerima sifat binatang tentera itu. Tubuh yang separuh lunyai itu ditendang-tendang, dicucuk dengan hujung muncung senapang dan ditembak berkali-kali. Hancur. Tubuhnya hancur, yang kelihatan cuma tulang-temulang putih masih basah dengan darah seorang syahidullah. Dapat aku rasakan mataku basah dengan air mata. Oh Hamzah, aku yakin kini rohmu bersama dengan syahidullah yang lain. Aku mencemburuimu. Engkau seakan-akan Hamzah Asadullah R.A... 

...............................................................................



Dalam kepekatan malam ini, aku sudah nekad. Sungguhpun aku anak warisan merdeka yang bukan dari bumi yang penuh barakah ini, aku nekad untuk membantu memerangi tentera yang sememangnya jelas musuh Islam. Aku sedar, aku telah lahir dari rumpun negara bangsa yang terbilang. Negara yang telah merdeka, bukan Tanah Melayu yang dijajah Jepun mahupun British. Keadaan hidup yang harmoni dan aman membuat aku leka dengan erti kemerdekaan. Kehidupanku di bumi gersang ini sememangnya membawa 1001 pengajaran dan iktibar. Ya, aku telah beredia. Segala maklumat yang aku perlu hantar pada rakan sejawatku yang menanti di Malaysia telah aku siapkan dan usai di e-mailkan. Tugas ku sebagai seorang wartawan telah selesai. Namun, selaku saudara seislam kepada ribuan umat islam di palestin masih bergantung di awangan. Masih belum terlaksana.

Azan subuh dinihari itu, menggelodakkan lagi iltizamku. Solatku yang berjemaah dengan para pejuang Palestin menguatkan lagi keputusan ku. Keesokan harinya, aku masih setia menanti di tempat persembunyianku. namun kali ini, tidak bersama kamera kesayanganku tetapi ditemani batu-batu yang setia di genggaman tangan kanan dan kiriku. Aku nekad, aku akan turut sama berjuang menemani setiap langkahan, setiap balingan remaja dan pejuang-pejuang Pasletin ini. Tidak jauh daripadaku, masih kelihatan Mussab, Khalid dan Uthman bersembunyi sambil menggenggam batu di tangan. Api perjuangan membara di mata mereka. Kematian dua sahabat mereka menjadi batu loncatan kepada mereka untuk turut sama merasa kemanisan syahid. Tatkala ,terdengar laungan Allahuakbar dari pejuang lain yang kian bertambah di daerah gersang ini, aku bersama dengan bakal syahidullah dan muhajidullah menerpa keluar. Tentera berbaju hijau yang laknat itu berhujankan batu. Dengan suara  gemuruh dan tangan-tangan berkepal, kami menyerang tentera-tentera dan terus menyerang. Ya, akulah anak warisan merdeka. Namun kini,  kamilah anak Palestin yang impikan kemerdekaan. Merdeka daripada kehidupan duniawi, mengimpikan kehidupan abadi di ukhrawi, mengidamkan syurga sebagai pejuang yang syahid di jalan Illahi. Kamilah, anak merdeka! Allahuakbar!!!

Al-fatihah buat pejuang-pejuang Palestin..
Filecrop.com - search and download Megaupload, Hotfile and Rapidshare